Selasa, 24 Mac 2015

Prasasti-Prasasti Peringatan Tsunami Kuno di Jepang

"Tempat tinggal di daerah tinggi adalah tempat tinggal yang aman bagi keturunan kita. Ingat bencana tsunami besar. Jangan membangun rumah di bawah titik ini".

Itulah yang tertulis pada lempengan batu setinggi 4 kaki di dusun Aneyoshi, di Prefektur Iwate, di Jepang. Warga yang mematuhi nasihat dari nenek moyang mereka, tetap tinggal di desa kecil mereka yang kini hanya terdiri dari 11 rumah tangga dengan aman dari jangkauan tsunami mematikan yang menyapu pantai Jepang pada tahun 2011. Gelombang berhenti hanya 90 meter di bawah batu.


Sebuah tablet batu (prasasti) peringatan tsunami didirikan pada tahun 1933 di lereng bukit di Aneyoshi, Iwate prefektur Jepang. 

Seluruh pantai Jepang, ada ratusan batu yang disebut Tsunami Stones dengan pesan peringatan dan saran, beberapa berumur lebih dari 600 tahun. Batu-batu datar, beberapa berdiri hingga 10 kaki, secara kolektif membentuk sistem peringatan bagi Jepang, yang pantainya yang panjang berada di sepanjang jalur patahan besar sehingga selalu mengalami gempa bumi dan tsunami selama berabad-abad. Beberapa batu memberi peringatan sederhana untuk meninggalkan semuanya dan mencari tempat yang lebih tinggi setelah gempa kuat. Lainnya, seperti yang ada di Aneyoshi, menginstruksikan daerah mana yang aman untuk membangun rumah-rumah dan mana tidak. Banyak batu juga berisi daftar nama-nama korban meninggal atau jumlah korban meninggal sebagai pengingat betapa dahsyatnya daya rusak gelombang '. Sayangnya, dalam hiruk-pikuk kehidupan modern, banyak dari peringatan kuno terlupakan atau diabaikan.

Foto ini diambil 31 Maret 2011, Seseorang yang selamat dari tsunami berjalan melewati prasasti tua yang memperingatkan bahaya tsunami di dusun Aneyoshi, Prefektur Iwate, Jepang utara.

Menurut tokoh setempat, hanya segelintir desa seperti Aneyoshi yang memperhatikan peringatan-peringatan tua ini dengan membangun rumah mereka di tanah yang tinggi. Lainnya memilih untuk mengabaikan peringatan seiring booming tumbuhnya kota-kota pesisir di tahun-tahun setelah Perang Dunia II. Bahkan masyarakat yang telah pindah ke tempat yang tinggi akhirnya pindah ke pantai untuk lebih dekat dengan perahu dan jaring mereka. Banyak dari kota-kota ini tersapu Tsunami pada 11 Maret 2011..

Sebuah tulisan pada batu di kota pesisir Kesennuma membaca, "Selalu siap untuk tsunami yang tak terduga. Pilihlah hidupmu daripada hartamu dan barang-barang berharga." Kesennuma menjadi salah satu tempat paling parah diterjang tsunami 2011, dimana kapal-kapal nelayan dan kapal-kapal besar menabrak bangunan dan rumah-rumah orang-orang yang mengabaikan nasihat itu.

Aneyoshi berbeda. Komunitas disini menghormati nenek moyang mereka dan saran mereka. Batu peringatan didirikan bersama dengan lebih dari 300 batu lainnya di seluruh pantai Jepang, setelah dua tsunami menghancurkan desa mereka saat di pesisir. Yang pertama terjadi pada 1896 dan hanya dua orang yang selamat. Tsunami kedua terjadi pada tahun 1933 dan hanya empat orang yang selamat.

Tsunami yang terjadi berulang kali telah menyapu sebagian besar batu-batu ini. Di beberapa tempat, monumen baru diciptakan kembali sebagai peringatan tsunami menggantikan batu tua.

Sebuah batu peringatan tsunami di Honshu. Prasasti batu ini diyakini telah dibangun setelah gempa besar dan tsunami yang terjadi di 869 AD.

Sebuah tablet batu peringatan tsunami baru didirikan oleh murid-murid SMP Onagawa setelah tsunami 2011 menelan kota mereka. Sekolah telah berhasil mengumpulkan uang yang diperlukan untuk mendirikan puluhan batu seperti di sepanjang pantai kota.

Prasasti peringatan Tsunami di Aneyoshi



Baca Juga:








Source

Tembok Besar India

Terletak 84 km sebelah utara dari Udaipur, di negara bagian Rajasthan, India barat, Kumbhalgarh Fort adalah benteng yang paling penting kedua setelah Chittorgarh di wilayah Mewar. Terletak dalam rantai pegunungan Aravali dan dikelilingi oleh tiga belas puncak gunung tinggi, benteng ini dibangun pada abad ke-15 oleh Maharana Kumbha dan merupakan salah satu dari 32 benteng yang dibangun oleh Rajput penguasa kerajaan Mewar. Benteng ini dikelilingi oleh dinding/tembok perimeter yang panjangnya 36 km, dan lebar bervariasi antara 4,5 - 7,5 meter. Catatan sejarah mengklaim bahwa delapan kuda bisa naik berdampingan di atasnya.



Meskipun ada banyak dinding raksasa yang dibangun oleh penguasa-penguasa untuk melindungi kerajaan mereka, bangunan seperti batas pelindung besar sekitar benteng tunggal tidak pernah terdengar. Tak heran, dinding masif di Kumbhalgarh yang membutuhkan waktu hampir satu abad untuk membangunnya, membuat benteng ini nyaris tak dapat ditembus. Beberapa mengklaim tembok dinding ini adalah tembok dinding terpanjang kedua setelah Tembok Besar China, sehingga banyak yang menyebutnya The Great Wall of India.

Benteng Kumbhalgarh memiliki tujuh gerbang besar dan tujuh kubu diperkuat dengan bastion bulat dan menara pengawas besar. Di dalam dinding pelindung berdiri lebih dari 360 kuil Jain dan Hindu juga istana yang megah di puncaknya bernama "Badal Mahal" atau Istana Awan. Dari atas istana, mata dapat melihat kiloan meter ke Aravalli Range, juga bukit pasir dari gurun Thar.


Legenda mengatakan bahwa ketika benteng ini dibangun, Maharana Kumbha mengalami banyak kesulitan konstruksi. Seorang penasihat spiritual menasehatkan pembangunan membutuhkan nyawa manusia yang secara suka rela mau dikorbankan. Seorang relawan akhirnya ditemukan dan sesuai dengan saran dari penasehat spiritual, sebuah kuil dibangun di mana kepala sukarelawan tersebut dipenggal. Kuil untuk mengenang relawan ini diketahui masih dapat ditemukan di dekat gerbang utama. Menurut cerita rakyat populer, Maharana Kumbha biasa membakar lampu besar tiap malam yang mengkonsumsi lima puluh kilogram ghee dan seratus kilogram kapas untuk memberikan cahaya bagi petani yang bekerja malam hari di lembah.


Selama masa bahaya, benteng digunakan sebagai perlindungan bagi para penguasa Mewar. Sebuah contoh penting adalah dalam kasus Pangeran Udai, raja bayi dari Mewar yang diselundupkan di sini pada tahun 1535, ketika Chittaur dikepung. Pangeran Udai kemudian berhasil naik takhta dan juga mendirikan kota Udaipur. Pahlawan besar Maharana Pratap juga lahir di dalam benteng di Badal Mahal.

Benteng tetap tak pernah dapat ditembus oleh serangan-serangan frontal, dan jatuh hanya sekali, ketika pengkhianat meracuni pasokan air internal benteng, sehingga memungkinkan Kaisar Mughal Akbar dan kekuatan dari Delhi, Amer, Gujarat, dan Marwar untuk menembus pertahanannya.










Baca Juga:







Source:

Isnin, 23 Mac 2015

Misteri Bintang Cemerlang di Tahun 1670 Terungkap

Pengamatan terbaru yang dibuat dengan APEX dan teleskop lainnya mengungkapkan bahwa bintang yang astronom Eropa lihat muncul di langit pada tahun 1670 bukanlah sebuah nova.


Gambar ini menunjukkan sisa-sisa bintang yang terlihat pada tahun 1670, adalah kombinasi gambar cahaya tampak dari teleskop Gemini (biru), peta submillimetre menunjukkan debu dari SMA (hijau) dan peta emisi molekul dari APEX dan SMA (merah)

Kecerahan bintang ini cukup spektakuler sehingga dapat dengan mudah dilihat dengan mata telanjang selama ledakan (outburst) pertama, tapi jejak-jejak yang ditinggalkannya begitu samar/redup sehingga dibutuhkan analisis yang sangat hati-hati dengan menggunakan teleskop submillimetre sebelum misteri akhirnya bisa dijelaskan lebih dari 340 tahun kemudian. Hasil ini muncul secara online dalam jurnal Nature pada 23 Maret 2015.

Beberapa astronom terbesar abad ketujuh belas, termasuk Hevelius - bapak kartografi bulan - dan Cassini, mendokumentasikan penampilan bintang baru di langit pada tahun 1670. Hevelius menggambarkannya sebagai sub nova capite Cygni (bintang baru di bawah Kepala Swan) tapi sekarang astronom modern menyebutnya Nova Vulpeculae 1670 (singkatnya Nova Vul 1670). Catatan historis dari penampakan novae (jamak) adalah langka dan menjadi daya tarik besar bagi para astronom modern. Nova Vul 1670 diklaim sebagai nova tertua yang tercatat dan nova paling redup ketika nova tersebut berakhir.

Grafik dari posisi nova (ditandai dengan warna merah) yang muncul pada tahun 1670 tercatat oleh astronom terkenal Hevelius dan diterbitkan oleh Royal Society di Inggris dalam jurnal Philosophical Transactions mereka.

Penulis utama studi terbaru, Tomasz Kaminski (ESO dan Max Planck Institute for Radio Astronomy, Bonn, Jerman) menjelaskan: "Selama bertahun-tahun obyek ini dianggap sebagai nova, tapi semakin dipelajari obyek ini semakin tampak tidak seperti sebuah nova biasa -. atau memang jenis lain dari ledakan bintang".

Ketika pertama kali muncul, Nova Vul 1670 mudah terlihat dengan mata telanjang dan bervariasi dalam kecerahan selama dua tahun. Kemudian menghilang dan muncul kembali dua kali sebelum menghilang untuk selamanya. Meskipun didokumentasikan dengan baik waktu itu, para astronom saat itu tidak memiliki peralatan yang cukup untuk memecahkan teka-teki performa aneh yang tampak pada nova itu.

Selama abad kedua puluh, para astronom mulai memahami bahwa sebagian besar nova dapat dijelaskan oleh perilaku ledakan pelarian dari bintang biner yang cukup dekat. Namun Nova Vul 1670 tidak sesuai dengan model ini sama sekali dan tetap menjadi misteri.

Bahkan dengan terus meningkatkan daya dari teleskop, nova ini diyakini untuk waktu yang lama tidak meninggalkan jejak, dan baru setelah tahun 1980-an, tim astronom mendeteksi nebula samar di sekitar daerah dimana Nova Vul 1670 dahulu terlihat. Namun, apa yang sebenarnya terjadi dari peristiwa yang dapat disaksikan di langit Eropa lebih dari tiga ratus tahun yang lalu itu tetap menjadi misteri.

"Kami sekarang telah memeriksa daerah tesebut dengan submillimetre dan panjang gelombang radio. Kami telah menemukan bahwa lingkungan dari puing-puing tersebut bermandikan gas dingin kaya molekul, dengan komposisi kimia yang sangat tidak biasa", kata Tomasz Kaminski

Selain APEX, tim juga menggunakan Array Submillimeter (SMA) dan teleskop radio Effelsberg untuk menemukan komposisi kimia dan mengukur rasio isotop yang berbeda dalam gas. Hasilnya, mereka dapat mengetahui dengan sangat rinci, komposisi kimia puing-puing tersebut, yang memungkinkan untuk mengevaluasi dari mana asal material-material puing tersebut.

Yang tim temukan adalah bahwa massa material dingin itu terlalu besar untuk menjadi produk dari sebuah ledakan nova, dan selain itu rasio isotop yang diukur dari daerah sekitar Nova Vul 1670 berbeda dengan yang diharapkan dari sebuah nova. Tapi jika itu bukan nova, lalu apa itu?

Jawabannya adalah tabrakan yang spektakuler antara dua bintang, lebih cemerlang daripada nova, tapi maih lebih redup daripada supernova, yang menghasilkan sesuatu yang disebut transient merah. Ini adalah peristiwa yang sangat langka di mana bintang meledak karena merger dengan bintang lain, memuntahkan material dari interior bintang ke ruang angkasa, akhirnya hanya meninggalkan sisa-sisa samar tertanam dalam lingkungan yang dingin, kaya molekul dan debu. Jenis baru dari ledakan bintang ini sesuai dengan profil Nova Vul 1670.

Co-penulis Karl Menten (Max Planck Institute for Radio Astronomy, Bonn, Jerman) menyimpulkan: "Ini jenis penemuan yang paling menyenangkan: sesuatu yang benar-benar tak terduga"





Baca Juga:








Sumber

Apakah Bintang Benar-Benar Menghasilkan Suara?

Bintang-bintang menghasilkan suara pada permukaan mereka dengan cara yang tidak diketahui sebelumnya, menurut bukti eksperimental. Namun tentu saja, karena bintang berada di ruang vakum, kita tidak akan dapat mendengar suara itu meskipun seandainya kita bisa berada di dekat sebuah bintang.



Tapi sebuah penemuan mengungkapkan bahwa fluida dapat berinteraksi untuk menghasilkan suara dengan frekuensi yang sangat tinggi.

Penemuan itu dilakukan oleh sebuah tim ilmuwan termasuk Dr John Pasley dari departemen Fisika York Plasma Institute.

Mereka menemukan bahwa, ketika meterial-material (debu atau gas) jatuh ke bintang, maka dapat menghasilkan suara bernada sangat tinggi dengan adanya plasma. Dr Pasley mengatakan bahwa fenomena ini 'lebih sering terjadi pada bintang muda' yang masih mengumpulkan material dari lingkungan mereka, dan kurang umum pada bintang yang lebih matang, seperti matahari kita.

Untuk membuat temuan, tim mempelajari fluida bergerak di laboratorium dan menemukan bahwa, ketika plasma ditembak dengan laser ultra-intens, menghasilkan beberapa efek aneh. Dengan menggunakan metode yang tidak terlalu berbeda dengan bagaimana speed camera bekerja, mereka dapat mengamati bagaimana cairan bergerak pada titik yang dihantam laser tersebut.

Seper triliun detik setelah laser menghantam, plasma ditemukan mengalir dengan cepat dari daerah kepadatan tinggi ke kepadatan rendah. Dengan demikian, plasma antara daerah kepadatan yang berbeda menghasilkan pulsa-pulsa tekanan, atau gelombang suara. Namun, dengan frekuensi hampir satu triliun hertz, gelombang suara yang dihasilkan adalah enam juta kali lebih tinggi frekuensinya dari apa yang dapat didengar oleh mamalia.

Menurut para ilmuwan, lokasi utama terjadinya proses langka ini adalah pada permukaan bintang.


"Ketika mereka mengumpulkan materi baru, bintang dapat menghasilkan suara dengan cara yang sangat mirip dengan apa yang kami amati di laboratorium - sehingga bintang-bintang mungkin bernyanyi - tetapi, karena suara tidak bisa merambat melalui ruang vakum, tidak ada yang bisa mendengar mereka, "kata Dr Pasley.

"Awalnya sulit untuk menentukan asal sinyal akustik, tetapi model kami menghasilkan hasil yang baik dibandingkan dengan pergeseran panjang gelombang yang diamati dalam percobaan, "tambah Dr Alex Robinson, dari Grup Fisika Plasma Science and Technology Facilities Council’s Central Laser Facility di Oxfordshire.

"Ini menunjukkan bahwa kami telah menemukan cara baru untuk menghasilkan suara dari aliran fluida. Situasi serupa bisa terjadi pada plasma yang mengalir di sekitar bintang."




Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS 17:44)


Baca Juga:








Sumber: Phys. Rev. Lett. 114, 115001 (2015) - Terahertz Acoustics in Hot Dense Laser Plasmas

Lanskap-Lanskap Indah di Dunia dengan Perspektif Baru

Biasanya satu-satunya waktu dimana kita bisa melihat beberapa pemandangan paling indah di dunia dari udara adalah saat kita naik pesawat terbang. Untungnya kita tidak harus menunggu sampai penerbangan berikutnya untuk menyaksikan pemandangan yang luar biasa dari atas karena sekarang kita dapat memandang panorama alam yang menakjubkan dari atas dengan melihat foto-foto udara yang luarbiasa dari AirPano.

Tim petualang ini melakukan perjalanan keliling dunia untuk mendapatkan perspektif segar di lokasi-lokasi yang paling terkenal, termasuk pencakar langit Dubai dan Gunung Everest.



Dubai

Tim yang terdiri dari sembilan fotografer dan tiga spesialis teknologi ini, memulai misi mereka di tahun 2006, setelah mereka membuat daftar dari 100 Tempat terbaik di Planet.

Mereka bekerja dengan cara mereka melalui daftar dan sekarang memiliki portofolio 230 lokasi yang difoto dari atas.

Koordinator proyek Sergey Semenov mengungkapkan tim awalnya bekerja menggunakan pesawat dan helikopter. Sekarang mereka hanya bergantung pada drone untuk menangkap gambar panorama yang indah.

Foto-foto mereka meliputi kehidupan masyarakat kota yang paling terkenal seperti New York, Paris dan Barcelona, ​​serta menampilkan pemandangan alam seperti air terjun dan gunung berapi. Mereka selanjutnya berharap untuk menambahkan Portugal, Indonesia, Jepang dan Inggris pada daftar mereka.

Kita tidak hanya bisa melihat foto-foto tetapi juga mengeksplorasi lewat perspektif pandangan mata burung di situs interaktif mereka.

Sergey, 32, mengatakan: "Ini tidak seperti melihat foto tradisional yang dibatasi oleh bingkai.

Panorama sferis, 360 derajat memberikan Anda kebebasan karena Anda dapat mengubah sudut pandang dan melihat lebih dekat pada setiap detail.


Angel Falls, Venezuela

Selengkapnya baca disini




Eixample, Barcelona

Selengkapnya baca disini




Victoria Falls, Zambia

Lihat Juga air terjun di Afrika lainnya disini




Iguazu Falls, Argentina

Lihat juga air terjun di Amerika Selatan lainnya disini




Mount Everest

Baca Juga 10 puncak Tertinggi disini dan Seven Summit disini




Arc de Triomphe, Paris Perancis





Gunung Berapi Plosky Tolbachik, Kamchatka, Rusia

Selengkapnya baca disini




Manhattan, New York AS





Barrier Reef, Australia

Baca juga tentang 10 lanskap samudera yang Indah disini




Taj Mahal, India

Baca juga tentang kembarannya Taj Mahal yang juga berada di India disini




Ha Long Bay, Vietnam





Bintik-bintik putih di laut biru, beku Islandia





Neuschwanstein Castle, Germany

Selengkapnya baca disini









Piramid-Piramid Mesir

Mengenai Piramid Khufu dapat dibaca disini



Baca Juga:








Sumber: Airpano.com

Ahad, 22 Mac 2015

Jalan Raya Ekstraterestrial di Nevada

Jauh di gurun Nevada, di hamparan kesunyian, membentang sebuah jalan raya dari State Route 318 di Crystal Springs hingga  US Route 6 di Warm Springs. Ini adalah Nevada State Route 375, namun sejak tahun 1996, jalan raya ini populer disebut sebagai "Jalan Raya Ekstraterestrial" (Extraterrestrial Highway) karena tak terhitung banyaknya laporan klaim penampakan UFO di sepanjang rute ini. Sebagian besar laporan tersebut, jika tidak semua, bisa dengan mudah dijelaskan: jalan raya ini melintas di samping Nellis Air Force Base, yang berisi Nevada Test Site, sebuah pangkalan yang digunakan untuk menguji rudal, pesawat dan persenjataan rahasia militer lainnya sejak tahun 1950-an. Bahkan saat ini, saat Anda berkendara di sepanjang jalan raya, Anda dapat mendengar ledakan sonik dari F18s saat mereka melintas melebihi batas kecepatan suara.



Ketenaran ekstra-terestrial Route 375 adalah karena terutama untuk bagian misterius dari pangkalan yang dikenal sebagai Area 51. Ini adalah sebidang tanah sekitar 16 x 9,6 km, yang terletak di dekat danau kering Groom Lake, yang diselimuti kerahasiaan, dan karenanya pangkalan ini sering menjadi subyek teori konspirasi yang melibatkan piring terbang, pendaratan alien, dan usaha untuk menutup-nutupi kasus UFO.

Sebelum pertengahan 1950-an, pesawat militer terbang di bawah 40.000 kaki. Setelah Lockheed U-2 mulai terbang di atas 60.000 kaki, efek samping yang tak terduga adalah peningkatan jumlah laporan penampakan UFO. Penampakan terjadi paling sering selama jam-jam awal malam hari, ketika pilot pesawat terbang lainnya yang terbang kearah barat melihat sayap perak U-2 memantulkan cahaya matahari terbenam, membuat penampilannya terlihat seperti "berapi-api". Demikian pula, proyek-proyek seperti OXCART (pesawat pengintai yang dikenal sebagai A-12) dan NERVA (mesin roket termal nuklir) di Area 51 secara tidak sengaja memicu banyak laporan penampakan UFO dan rumor lainnya.


Pada tahun 1989, seorang insinyur bernama Bob Lazar "menyiram minyak" ke konspirasi UFO dengan mengaku telah bekerja pada pesawat ruang angkasa alien dalam Area 51, di televisi nasional. Setelah klaimnya dipublikasikan, ribuan penggemar UFO yang penasaran berbondong-bondong datang ke lembah Tikaboo untuk mencari UFO. Melihat peluang pariwisata, pejabat negara kemudian menyatakan SR 375 sebagai Jalan Raya Extraterrestrial pada bulan Februari 1996.

Kota kecil Rachel, satu-satunya pemukiman di sepanjang jalan, menjadi pusat atraksi. Sebuah upacara peresmian publik untuk Extraterrestrial Highway diadakan dan dihadiri oleh para eksekutif studio Twentieth Century Fox dan bintang-bintang terkemuka film Independence Day. Rambu-rambu lucu yang menyatakan " Jalan Raya Extraterrestrial 375" dan "Batas Kecepatan Warp 7" diperkenalkan di sepanjang jalan raya. Bisnis di Rachel tumbuh sekitar tema ekstra-terestrial dan alien, dengan nama penginapan seperti "The Little A Le Inn" melayani Alien burger. Tempat-tempat menarik lainnya termasuk unik "Pusat Penelitian Alien", "Space Man Statue" dan "Black Mailbox". Kotak tersebut dilaporkan dicuri di Januari 2015.

Extraterrestrial Highway memang terlihat seperti jalan raya lainnya






Black Mailbox yang dilaporkan telah dicuri bulan Januari 2015

Pusat Penelitian Alien - Tidak ada apa-apa disini kecuali patung besar alien yang berdiri di luar sebuah gedung kosong







Baca Juga:






Sumber: